Ketua Umum DPP HAPI Pimpin Penyaluran Santunan untuk Santri Tahfiz Difabel

JAKARTA β Bertempat di Aula Pesantren Tahfiz Difabel, sebuah aksi kemanusiaan yang khidmat berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026. Dalam momen istimewa ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia (DPP HAPI), Dr. Enita Adyalaksmita, S.H., M.H., turun langsung untuk memberikan santunan dan bantuan kepada para santri disabilitas serta pengurus pesantren.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 11:00 WIB ini diselenggarakan dalam rangka memperingati dua tonggak sejarah penting, yakni HUT HAPI ke-33 dan HUT Mandiri Taspen ke-11. Kehadiran Dr. Enita di lokasi menunjukkan komitmen personal dan institusional organisasi advokat tertua di Indonesia tersebut terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan.
*Sentuhan Langsung dan Kepedulian Nyata*
Dalam kegiatan, Dr. Enita Adyalaksmita tampak duduk bersahaja bersama para pengurus dan santriwati di atas hamparan karpet hijau aula yang sederhana namun hangat. Dengan penuh keramahan, beliau menyerahkan bantuan tunai dari HAPI yang disalurkan melalui Organisasi Indisi. Bantuan ini ditujukan khusus untuk mendukung kesejahteraan para penghafal Al-Qurβan yang memiliki keterbatasan fisik, namun memiliki semangat spiritual yang luar biasa.

Selain bantuan tunai dari HAPI, diserahkan pula bantuan sembako dari Mandiri Taspen sebagai bagian dari sinergi lintas sektor untuk membantu operasional pesantren. Dr. Enita dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa peringatan HUT HAPI kali ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
*Mendorong Semangat Inklusi di Dunia Pendidikan*
Kehadiran tokoh hukum sekaliber Dr. Enita Adyalaksmita di tengah-tengah santri difabel membawa pesan kuat tentang pentingnya inklusi. Beliau menekankan bahwa setiap anak bangsa, terlepas dari keterbatasan fisiknya, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan agama yang layak dan fasilitas yang memadai.

“Aksi ini adalah bentuk syukur kami di usia HAPI yang ke-33. Kami ingin memastikan bahwa para santri tahfiz difabel ini merasa didukung dan dicintai oleh masyarakat luas, termasuk oleh para penegak hukum,” ujar Enita Ketum HAPI semangat yang terpancar dari kegiatan tersebut.
Acara yang berlangsung di bawah spanduk bertajuk “Santunan Untuk Santri Disabilitas Beserta Pengurus Pesantren Tahfiz Difabel” ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama. Bantuan senilai jutaan rupiah yang diserahkan secara simbolis diharapkan dapat menjadi pemantik bagi lembaga-lembaga lain untuk terus menebar manfaat dan kebaikan bagi sesama, khususnya bagi mereka yang tengah berjuang di jalan dakwah di tengah keterbatasan.
Berita Hukum ini merupakan bagian dari kategori Berita Hukum HAPI.